Narkoba, Ancaman Nyata Didepan Mata

Parah. Mungkin inilah ungkapan yang cukup menggambarkan makin maraknya fenomena penggunaan narkoba dikalangan anak-anak muda Indonesia pada saat ini. Kondisi ini makin parah dengan menguaknya kasus penggunaan narkoba dikalangan artis pada akhir-akhir ini. Hal ini ibarat pukulan keras dalam industri hiburan disaat negera masih dalam dilema berbagai kasus korupsi. Timbul suatu pertanyaan dalam benak penulis, apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini? Apakah Indonesia sudah menjadi lahan subur bagi bandar narkoba dunia?.

Kasus penggerebekan salah satu rumah selebritis oleh BNN yang positif menggunakan zat ganja jenis baru (katinon) pada ahad dini hari, 27 Januari 2013 hanyalah beberapa dari kasus yang terjadi sepanjang bulan Januari 2013. Selain itu, berbagai macam kasus narkoba terungkap pada tingkat propinsi terutama di ibukota. Sebagai contoh, BNNP DKI berhasil ungkap 4 kasus narkoba di ibukota dimana dari 4 kasus itu, BNNP telah menetapkan 5 tersangka. Satu hal yang mengejutkan adalah lima tersangka tersebut merupakan mahasiswa yang ditangkap pada Selasa (1/1) lalu di salah satu diskotik di wilayah Jakarta Barat saat melakukan transaksi.

Masih di ibukota, narkoba dari berbagai jenis senilai Rp 6,8 miliar berhasil disita oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jawa Barat. Penyitaan itu dilakukan dalam rentang waktu Januari 2013. Fakta ini makin memperpanjang daftar penyitaan dan penyelundupan narkoba di Indonesia.

Selain itu, pada 31 Januari lalu, satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menggagalkan peredaran ganja kering sebanyak 920 bal seberat 1.183 kg atau sekitar 1 ton yang rencananya, barang haram tersebut akan diedarkan di Jakarta dan Bogor. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, jika dikonversikan ke dalam rupiah, ganja kering seberat 1 ton itu bisa mencapai Rp 2.957.500.000 atau menyelamatkan sebanyak 1.200.000 jiwa. Ini merupakan jumlah yang tidak kecil mengingat jika ganja kering tersebut akhirnya beredar dikalangan masyarakat.

Jauh pada tahun 2004, kita dikagetkan dengan kisah Ratu Mariyuana, Schapelle Corby yang terbukti membawa marijuana atau ganja seberat 4,2 kilogram. Yang pada akhirnya beliau divonis hukuman 20 tahun penjara atas kasus penyelundupan narkotika dan obat terlarang ke Indonesia. Sejak hal ini terjadi, membuka mata publik bahwa pengedaran barang-barang terlarang terutama narkoba semakin merajalela di Indonesia. Banyak cara yang digunakan oleh pelaku pengedar narkoba internasional ke Indonesia, baik itu menggunakan angkutan darat, laut maupun udara.

Beberapa fakta diatas menunjukan makin tingginya kasus narkoba yang terjadi setiap tahunnya, yang meliputi lingkup produksi, peredaran, maupun penggunaan barang narkoba. Kondisi seperti ini menjadikan Indonesia sebuah pangsa pasar yang besar dalam perdagangan narkoba internasional.

Seperti efek domino, seiring dengan makin tingginya peredaran narkoba sekaligus akan meningkatkan jumlah pengguna narkoba itu sendiri. Data statistik menunjukan adanya peningkatan yang sangat drastis terhadap jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Di tahun 2011 saja, jumlah pengguna narkoba di Indonesia sekitar 3,8 juta orang (Data BNN 2011), atau sekitar 1,5 persen dari jumlah total penduduknya. Setahun kemudian, Yayasan Kesatuan Peduli Masyarakat (Kelima) DKI Jakarta mengemukakan, jumlah pengguna narkotika dan obat terlarang di Indonesia pada 2012 sekitar 5 juta orang. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/4/12).

Tingginya peredaran narkoba ditengah-tengah masyarakat kita pada saat ini disebabkan beberapa hal. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya penegakan hukum atas kasus-kasus narkoba yang terjadi. Hal ini sendiri diungkapkan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dalam diskusi bulanan di Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (18/10/2012). Beliau juga menyebutkan bahwa selain berupaya menurunkan pasal yang didakwakan, pengedar dan gembong narkoba juga tetap menjalankan bisnis mereka dari dalam penjara. Namun, belum ada solusi yang jelas untuk perbaikan penegakan hukum kasus-kasus narkoba.

Selain lemahnya penegakan hukum, maraknya peredaran narkoba juga dipicu oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan narkoba. Karena kurangnya kesadaran dan pemahaman yang mencukupi, masyarakat akan sangat mudah terjerat dengan barang narkoba tersebut bahkan sangat memungkin untuk terlibat langsung menjadi pemakai, pengedar sampai menjadi pemasok.

Sampai pada saat ini, perlu ketahui bersama bahwa peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Ini perlu dipandang sebagai suatu ancaman besar bagi masa depan anak bangsa. Sudah saatnya berbagai antisipasi nyata dilakukan baik oleh lembaga pemerintah maupun lembaga non-pemerintah lainnya.

Januari 2012

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s